Jumat, 08 April 2011

Aktivitas Keuangan di Masa Awal Islam Dasar Pemikiran Berdirinya Bank Islam

Bank-bank islam mulai didirikan pada tahun 1960-an. Sebenarnya aktivitas perbankan telah dimulai sejak zaman Rasulullah. Sebelum diutus menjadi Rasul telah dikenal Al Amien, dengan itu di percaya untuk menyimpan segala macam barang titipan orang ramai. Sehingga pada saat terakhir sebelum Hijrah ke madinah, beliau melantik Ali bin Abi Tholib r.a, untuk mengembalikan deposit (titipan) itu kepada pemiliknya. Tindakan Rasulullah dikembangkan shahabatnya Zubair bin Awwam, tidak pernah mau menerima uang semua orang berbentuk deposit. Beliau lebih suka penerimanya dalam bentuk pinjaman. Dapat di ambil dua hikmahnya pertama mengabil uang tersebut sebagai pinjaman, Kedua uang itu dalam bentuk pinjaman maka Zubair berkewajiban mengembalikannya dengan utuh seperti semula.

Ada dua macam pratek simpanan yang diterapkan pada masa awal islam yaitu Wadi’ah yad amanah dan Wadi’ah yad dhamanah. Munculah variasi mempunyai konsep awal yaitu sebagai suatu amanah, lalu bergeser menjadi konsep pinjaman sebagaimana yang di contoh oleh Zubair bin Awwam.

Aktivitas perniagaan menggunakan cara Mudharabah dan Musyarakah juga telah dikenal sejak awal islam dan aktivitas mengiriman uang (kisah ibnu Abbas mengirim uang ke Al Kuffah) dan aktivitas penggunaan cek (kisah umar bin khottab r.a ketika mengimpor sejumlah besar barang dari mesir kemadinah).

Pendirian bank islam di indonesia dapat ditelusuri sejak tahun 1988. para ulama’ waktu itu berusaha untuk mendirikan bank bebas bunga, tapi tidak ada satupun hukum yang dapat dirujuk kecuali adanya penafsiran dari peraturan perudang-undangan yang ada bahwa perbankan dapat saja menerapkan bunga sebesar 0 %

Dari lokakarya ulama’ tentang bunga bank dan perbankan di Bogor pada tanggal 19-22 agustus 1990, kemudian UU no 7 / 1992 tentang perbankan bagi hasil mulai diakomodasi, maka berdirilah Bank Muamalat Indonesia (BMI) merupakan bank umum islam pertama yang beroperasi di indonesi, diikuti beridirinya bank-bank pengkriditan rakyat syariah.

Dasar pemikiran berdirinya bank islam bersumber dari adanya larangan riba di dalam Al-Qur’an surat (Al-Baqarah ayat 275), dan (Al Baqarah 276), (Al Baqarah 278-279) dll. Selain mendasarkan pada ketentuan Al Qur’an dan Al Hadis berdirinya bank islam juga didasari oleh pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

a. Praktek-praktek sistem bunga dan akibatnya. System bunga yang dimaksud adalah tambahan pembayaran atas uang pokok pinjaman. Di dalam kenyataannya, penerapan sistem bunga membawa akibat-akibt negarif sebagai berikut:

· Masyarakat sebagai nasabah menghadapi suatu ketidak pastian, bahwa hasil perusahaan dari kredit yang diambilnya tidak dapat diramalkan secara pasti, sementara itu ia tetap wajib membayar presentase pengambilan sejumlaah uang yang tetap berada dalam jumlah pokok pinjaman.

· Penerapan sistem bunga mengakibatkan eksploitasi pemerasan oleh orang kaya terhadap orang miskin

b. Sistem yang ada sekarang memiliki kecenderungan konsentrasi kekuatan ekonomi di tangan kelompok elit, para banker dan pemilik modal.

c. Sistem perbankan yang menerapkan sistem bunga menimbulkan laju inflasi semakin tinggi, karena ada kecenderungan bank-bank untuk memberikan kredit secara berlebih- lebihan.

d. Sistem perbankan yang menerapkan bunga sekarang dirasakan kurang berhasil dalam memebantu memerangi kemiskinan dan meratakan pendapatan ditingkat internasional maupun ditingkat nasional.

e. Didalam era pembangunan ekonomi setiap Negara dewasa ini peranan lembaga perbankan sangat besar dan menentukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar